jdihmetrokota – Perpustakaan Khusus Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Metro turut berpartisipasi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Lampung, pada 15–17 September 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 47 peserta dari seluruh wilayah Provinsi Lampung, yang berasal dari berbagai jenis perpustakaan, yaitu Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Umum, serta Perpustakaan Kelurahan/Desa.
Dari Kota Metro, kegiatan ini diikuti oleh Suprihana selaku Kepala Perpustakaan Khusus Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Metro. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola sekaligus memperkuat tata kelola Perpustakaan Khusus Bagian Hukum sebagai salah satu pusat sumber informasi hukum di Kota Metro.
Hadirkan Praktisi dan Pustakawan Berpengalaman
Bimtek menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang perpustakaan dan literasi, yaitu Dra. Nellawatty Ningsih, M.M., Praktisi Perpustakaan/Literasi; Liza Tri Handayani, S.I.Kom., Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung; serta Arif Isnaeni, S.Pd., S.I.Pust., Ketua Umum Pusat ATPUSI.
Para narasumber memberikan materi yang mencakup aspek kebijakan, pengembangan koleksi, layanan, pengorganisasian informasi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan perpustakaan.
Materi yang diberikan meliputi Kebijakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Pengembangan Koleksi, Layanan Perpustakaan, Pengorganisasian Informasi, serta Digitalisasi Perpustakaan Berbasis SLiMS (Senayan Library Management System).

Nellawatty Ningsih dalam sesi materi Pengembangan Koleksi (Foto: istimewa).
Materi kebijakan memberikan pemahaman mengenai arah pengembangan perpustakaan di daerah. Sementara materi pengembangan koleksi menekankan pentingnya penyediaan bahan pustaka yang relevan dengan kebutuhan pemustaka serta karakteristik masing-masing perpustakaan.
Liza Tri Handayani menyampaikan materi Layanan Perpustakaan, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya pelayanan yang mudah, cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka. Sedangkan Pengorganisasian Informasi yang disampaikan oleh Nellawatty membahas bagaimana koleksi dan informasi ditata agar mudah ditemukan serta dimanfaatkan. Peserta belajar langsung membuat berbagai jenis katalog.
Adapun materi Digitalisasi Perpustakaan Berbasis SLiMS yang disampaikan oleh Arif Isnaieni memberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan koleksi dan layanan perpustakaan secara lebih efektif dan efisien. Pada sesi ini peserta mendownload SliMS dan mempraktekkan secara langsung pengelolaan perpustakaan secara digital.
Perkuat Perpustakaan Khusus sebagai Pusat Informasi Hukum
Bagi Perpustakaan Khusus Bagian Hukum Setda Kota Metro, pengetahuan yang diperoleh melalui Bimtek memiliki relevansi dalam mendukung pengembangan perpustakaan sebagai pusat informasi dan literasi hukum.
Sebagai perpustakaan khusus, koleksi yang tersedia diarahkan untuk memenuhi kebutuhan informasi organisasi, khususnya yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan, literatur hukum, kebijakan pemerintah, serta berbagai referensi yang mendukung pelaksanaan tugas di bidang hukum.
Pengelolaan koleksi secara sistematis akan memudahkan aparatur dalam memperoleh bahan referensi yang dibutuhkan, baik untuk mendukung penyusunan produk hukum, analisis dan evaluasi peraturan, dokumentasi hukum, maupun kegiatan literasi hukum.
Keikutsertaan Suprihana dalam Bimtek juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan praktik yang diperoleh dalam pengelolaan Perpustakaan Khusus Bagian Hukum Setda Kota Metro, termasuk dalam pengembangan koleksi, peningkatan kualitas layanan, pengorganisasian informasi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Pembukaan bimtek dihadiri oleh utusan Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Provinsi Lampung. (Foto: Istimewa).
Membangun Budaya Literasi di Lingkungan Pemerintah
Bimtek yang diikuti peserta dari berbagai jenis perpustakaan di Provinsi Lampung juga menjadi wadah untuk memperluas jejaring dan berbagi pengalaman antar-pengelola perpustakaan.
Bagi Kota Metro, kegiatan tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap penguatan budaya literasi di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Perpustakaan khusus tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan buku dan dokumen, tetapi sebagai ruang belajar, pusat pengetahuan, serta sumber informasi yang mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.
Dengan pengelolaan yang profesional, koleksi yang relevan, layanan yang berkualitas, serta dukungan digitalisasi, Perpustakaan Khusus Bagian Hukum Setda Kota Metro diharapkan semakin mampu memberikan manfaat bagi aparatur dan mendukung terwujudnya pelayanan informasi hukum yang lebih efektif.
Keikutsertaan dalam Bimtek Pengelolaan Perpustakaan menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya informasi. Dari perpustakaan, pengetahuan tumbuh dan dari pengetahuan kualitas pelayanan publik semakin diperkuat. (Hana)